Bab 9. Percobaan Kabur

1099 Kata

Mentari pagi baru saja menembus celah tirai tebal kamar lantai dua itu. Cahaya keemasan menimpa permukaan marmer dingin, memantulkan siluet tubuh Allysa yang duduk di tepian ranjang. Malam panjang tadi masih membekas di benaknya—tatapan dingin Lucas, pistol yang sempat menempel di pelipisnya, dan kata-kata penuh ancaman tentang pernikahan yang tak bisa ia hindari. Pintu kamar berderit pelan. Seorang maid muda masuk dengan langkah sopan. Rambut hitamnya dicepol rapi, wajahnya masih segar meski jam kerja baru saja dimulai. Ia menunduk hormat sambil membawa sebuah kotak panjang berlapis kain satin. “Selamat pagi, Nona Allysa,” ucapnya hati-hati. “Saya Silla. Tuan Lucas memerintahkan saya untuk menyerahkan ini dan membantu Anda bersiap-siap.” Allysa menoleh. Matanya membulat begitu kotak it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN