Udara pagi itu terasa lembut, menyapu lembah taman belakang mansion keluarga Alberto yang luas. Embun masih menggantung di ujung dedaunan, sementara matahari menembus sela pepohonan, memantulkan cahaya keemasan di atas permukaan kolam. Di tengah taman, sebuah meja makan besar dari kayu ek sudah tertata rapi — porselen putih berkilau, sendok garpu perak, dan dua cangkir kopi yang mengepulkan aroma hangat. Silla bersama seorang maid lain tengah menata hidangan terakhir. Nasi goreng seafood dan udang asam manis buatan Allysa diletakkan di bagian tengah meja, dikelilingi beberapa makanan tambahan seperti omelet jamur, roti panggang, serta buah segar. “Letakkan jus di sisi kanan, dan tolong pastikan kopi Tuan Lucas tidak terlalu pahit,” ucap Allysa lembut, memeriksa semuanya dengan teliti. S

