Nama yang Dibela, Martabat yang Diangkat

929 Kata

Sore itu, kantor pusat universitas mendadak dipenuhi ketegangan. Awak media berdatangan, berdiri berjejer di depan lobi utama dengan kamera menyala, mikrofon terangkat. Pihak universitas baru saja mengirimkan undangan konferensi pers dadakan, dan kabarnya, seorang pengusaha ternama akan hadir secara langsung. Tak lama kemudian, deru mesin mobil mewah terdengar. Reigan Fabian Aditama turun dari mobil hitamnya, mengenakan setelan jas abu muda dengan dasi gelap. Wajahnya tegas, auranya dingin dan mendominasi. Mark menyusul di belakangnya, membawa dokumen tebal dalam map hitam. Rektor, Wakil Rektor, dan jajaran dekan kampus sudah menunggu di aula konferensi. Reigan menaiki panggung kecil yang telah disiapkan, lalu menatap seluruh ruangan. Sorot matanya tajam. Semua kamera langsung menyorot

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN