Pagi itu, sebuah kapal pesiar pribadi (Super Yacht) bernama The Empress of Constantine telah bersandar di dermaga kayu pribadi milik mereka. Kapal pesiar sepanjang lima puluh meter itu adalah perwujudan dari kemewahan murni, dindingnya berwarna putih salju yang berkilau di bawah sinar matahari, dengan aksen emas di sepanjang garis geladaknya yang terbuat dari kayu jati kualitas tertinggi dari Burma. Damian membimbing Aurelia menaiki tangga kapal. "Hari ini, dunia benar-benar hanya milik kita berdua, Sayang. Tidak ada daratan, tidak ada orang lain, hanya laut lepas yang akan menjadi saksi." Begitu mesin kapal menderu halus—hampir tak terdengar karena teknologi peredam suara yang canggih—kapal itu mulai membelah air kristal biru toska menuju tengah samudra. Pelayan pribadi telah menyiapkan

