Saron menghela napas. Semua perkataan anaknya ini, terdengar begitu meyakinkan. Tapi ia sudah terlanjur kesal juga, dengan apa yang sudah terjadi dan mereka pun sudah bercerai juga kan. "Istirahatlah, kalau sudah makan dan juga minum obat," ucap Saron, yang kini kembali lagi ke sofa dan duduk sembari membaca-baca majalah di sana. Storm sendiri kini malah menghela napas dengan panjang, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien. Di sebuah tempat di sisi jalan. "Nah sudah beres semua. Sekarang, kita tinggal tunggu pembelinya," ucap Laras, yang baru saja selesai merapikan stand minuman serbuk, yang akan dijajakan oleh Alice ini. "Tapi sepi ya Mbak sepertinya," ucap Alice yang baru juga buka sepersekian detik, tapi mala sudah amat sangat pesimis ini. "Ya belum. Baru juga kita buka.

