Sama Kecewanya

1411 Kata

Keesokan harinya. Storm yang sudah berpakaian dengan sangat rapi, untuk pergi ke kantor itupun malah masih duduk-duduk saja di tepian tempat tidurnya. Tidak hanya duduk diam. Tapi, ia juga duduk sambil menggenggam sisir di tangan kanannya. Biasanya, pagi-pagi begini, saat ia akan berangkat bekerja. Pasti Alice yang menyiapkan pakaian untuknya dan juga, ia yang akan merapikan rambutnya yang berantakan. Sekarang, Alice memang ada. Tapi, ia sudah tidak lagi ingin melakukannya, hanya karena status mereka yang sudah jauh berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Ingin meminta hal yang sama pun, pasti ia akan mengamuk nanti dan dengan lagi-lagi mengatakan, bila mereka berdua sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Padahal inginnya, lakukan saja apa yang harus dilakukan , tanpa mempedulikan so

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN