Alice duduk di sofa sembari menciumi aroma bunga, yang tadi diberikan oleh Storm kepadanya. Bunga yang bagus dan juga cantik. Baru kali ini, ia mendapatkan yang sebagus ini. Atau bisa dibilang, memang ini adalah kali pertamanya ia mendapatkan bunga dari seorang pria. Pria yang merupakan suaminya dan juga sekaligus belahan jiwanya. Pandangan Alice teralihkan sekilas, pada balon-balon merah muda, yang sengaja ia ikat pada meja. Semua ini adalah miliknya. Semua ini baru pertama kali diberikan oleh sosok lelaki, yang mungkin bisa disebut sebagai cinta pertamanya juga dan ia harapkan, akan menjadi cintanya yang terakhir di dalam hidupnya juga. Sementara itu, yang membawa semua benda-benda ini baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Ia baru selesai membersihkan diri, dari peluh yang membanji

