Setelah pergumulan yang telah selesai mereka lakukan. Storm merebahkan tubuhnya pada tumpukan bantal yang tinggi. Sementara itu, di atas dadanya ada seorang wanita yang bertubuh polos dan tengah ia rangkul, serta dekap tubuhnya sekarang dan hanya ada selembar selimut, yang menutupi tubuh polos keduanya kini. "Apa kamu tahu?" tanya Storm dan Alice yang tadinya tengah merebahkan kepalanya di atas d**a Storm itupun mendongak dan menatap pria tersebut. "Tahu apa?" tanya Alice. "Kakakku sebenarnya menyukai kamu," usap Storm. "Masa sih?" ucap Alice yang bukan tidak ada feeling ke sana. Hanya ia yang tidak mau terlalu besar kepala saja. "Iya. Sikapnya yang kamu bilang berbeda itu, ya karena dia menyukai kamu dan kita sedang dalam kompetisi, untuk mendapatkan kamu," ujar Storm. "Kompetisi a

