Rasanya, Storm ingin menjerit dengan sekencang-kencangnya, saat mengeluarkan kata-kata tadi dari mulutnya ini. Ia sendiri tidak pernah menyangka sebelumnya, kalau pada akhirnya, semua kata-kata yang menyakitkan itupun terucap juga. Bodoh. Ia sangatlah tidak berguna sebagai seorang laki-laki. Kalau saja tidak berhubungan dengan pihak yang berwajib, mungkin ia sudah membawa Alice pergi jauh dari sini. Tapi ia terlalu takut, bila akhirnya ditemukan, berkat bantuan dari berbagai pihak, belum lagi dengan orang-orang suruhan orang tuanya juga nanti dan Alice, pada akhirnya akan diseret tanpa ia mampu melakukan perlawanan. Sekarang, bahkan orang tuanya sudah melakukan penjagaan di setiap sudut rumah ini. Lantas, ia bisa kabur kemana lagi? Alice mendekat dan menyentuh kedua pipi Storm dengan kedu

