Setelah beberapa pekan berlalu. Storm kembali ke rumahnya bersama Alice. Tidak ada yang mencegah mereka untuk pulang bersama dan keduanya, terlihat lengket sekali. Bahkan, di sepanjang perjalanan, dengan mobil yang dikemudikan oleh supir tersebut. Storm nampak duduk di kursi belakang sambil merangkul pinggang Alice dan dengan kepala, yang ia sandarkan di bahu Alice juga. Tangan yang satunya pun, terlihat mengelus-elus perut Alice yang semakin buncit. "Sayang?" panggil Storm kepada wanita, yang secara otomatis menoleh kepadanya. "Hm? Kenapa??" tanya Alice yang sembari mengangkat satu alisnya ke atas. "Kalau sudah sampai, tolong bangunkan aku ya sayang. Sekarang, aku mau tidur dulu sebentar," ucap Storm kepada wanita yang langsung mengangguk saja ini. "Iya. Nanti aku bangunkan," jawab

