Napas Alice terengah-engah dan Storm pun mulai mendekap, untuk membuat Alice menjadi sedikit lebih tenang. "Cuma mimpi sayang. Lagi pula, tumben sekali kamu tidur jam segini," ucap Storm sembari akan melepaskan dekapannya. Tapi Alice tidak mau lepas. Ia terus meminta Storm untuk mendekapnya, karena perasaan yang masih belum juga tenang. Takut sekali. Meskipun ia sadar, yang tadi cuma mimpi, tapi rasanya sampai terasa ke dunia nyata. "Kamu tidak akan meninggalkan aku kan?" tanya Alice yang menatap iris cokelat milik Storm dengan iris keabu-abuan miliknya. "Tidak akan pernah sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, sampai kapanpun itu," ucap Storm yang kini tengah membelai rambut wanita yang sedang ia dekap. Storm sudah akan melepaskan dekapannya. Akan tetapi, Alice malah sema

