Adopsi

424 Kata
Sore itu, Carissa mendandani suaminya dan mengajaknya ke hotel, Ryuga berfikir sang istri ingin meminta maaf padanya karena telah berkata kasar minggu lalu, sehingga dia menurut saja ketika sang istri memintanya mengenakan stelan jas hitam yang bahkan belum pernah dia kenakan. Mereka turun dari mobil dan melangkah menaiki lift dengan bergandengan mesra seperti biasa, karena memang mereka adalah pasangan romantis seperti yang di ketahui oleh publik. "Loh, Ca kok kita ke ballroom? Kenapa? Kita ada acara emang malam ini?" Kapten Ryu tampak kebingungan dengan apa yang di lakukan sang istri. "Aku hanya ingin kamu terlihat bahagia, Ryu. Aku pernah berjanji akan menjadi istri yang sempurna buat kamu, bukan?" Tatapnya pada sang suami ketika sang suami menjeda langkahnya memasuki ballroom yang sudha di design sedemikian rupa. "Nah, kali ini juga aku ingin kamu mewujudkan semua yang menjadi impian kamu..." bisiknya lagi dan semakin membuat sang kapten kebingungan. "Loh! Kok ada Pritha dan Ibu disana? Kenapa Pritha pakai pakaian seperti itu?" Kapten Ryu mulai sedikit curiga tapi dia tidak ingin berfikiran macam-macam. "Ada beberapa orang juga di sana?" Imbuhnya melihat orang-orang yang terlihat seperti menunggunya, terlebih dekorasi ballroom membuatnya menatap sang istri lekat. "Ada apa ini, Ca?" Tatapnya dengan suara beregtar. "Kebetulan, Pritha mau sama kamu, jadi aku mikir buat sewa dia sebagai wanita yang mengandung anak kamu." Carissa tersenyum ramah seolah apa yang dia lakukan adalah keinginan sang suami. "Carissaaa." Kapten Ryu terlihat marah dan matanya langsung memerah menatap sang istri. "Hustt! Semua sudah aku siapkan. Jangan menunggu lebih lama, umur ibu kamu gak tahu sampai kapan. Ayo..." ucap Carissa dengan senyum memerintah. "Ca, kamu kelewatan banget serius. Ini gak lucu, Ca..." tegas kapten Ryu lagi dengan wajah getir. "Gak ada yang lucu, Yu. Semua demi kebahagiaan kita. Kamu ingin anak, aku kasih dan yah, simple!" "Aku maunya anak dari kamu, Carissa. Bukan dari wanita lain. Kita masih bisa keluar negeri cari dokter terbaik," tegas kapten Ryu lagi menatap tegas ke arah sang istri yang selama ini dia nikahi. "Yu, sudahlah. Berhenti berdebat, orang sudah menunggu. Dan aku sengaja mengundang ustadz kondang loh untuk menikahkan kalian. Aku ikhlas lahir bathin. Aku cuma ingin ngewujudin keinginan kamu, Yu..." tegas Carissa menatap ke arah sang suami. "Ca, sudahlah. Kita adopsi anak saja. Ayo kita pulang, dan biarkan semua orang juga pulang." Tegas kapten Ryu dengan wajah getir. "Jangan gila kamu, Yu! Aku sudah menyiapkan semua ini dan mengeluarkan banyak uang. Kamu tinggal melakukan sekali dua kali ke Pritha abis tu udah kalau dia udha hamil, kenapa repot sih?" Geram Carissa lagi tidak memahami pola pikir sang suami.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN