45. Pria Manipulatif

1045 Kata

Senyum itu membuat udara kamar semakin menegang. Jonathan bangun dan berjalan perlahan ke kanan, lalu ke kiri. Seperti sedang mengitari sesuatu yang rapuh. Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Berliana. "Akhirnya kamu berani melawan aku," ujar Jonathan pelan, hampir terdengar seperti pujian tapi bukan. Nada suaranya terlalu dingin. Berliana menelan saliva. "Itu karena aku sudah muak berada di bawah kendalimu, Joe!" serunya. "Sudah muak, ya? Ternyata pengaruh b******n itu sudah terlalu besar untukmu, Liana," ucap Jonathan dengan nada datar. Jonathan lalu berdiri di depan Berliana, hanya berjarak satu langkah. Sampai-sampai gadis itu dapat melihat rahang pria itu mengeras, bahkan mendengar hembusan napas Jonathan yang stabil dan mengancam. Dia menundukkan wajahnya sedikit, membua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN