Atmosfer di dalam ruang kerja Bastian memiliki massa jenis yang jauh lebih berat daripada timbal. Udara terasa padat, menyesakkan, seolah oksigen telah disedot keluar oleh pria yang duduk dibalik meja mahoni besar itu. Bastian Elvano tidak berbicara. Ia tidak berteriak, tidak juga menggebrak meja. Pria itu hanya diam, menyandarkan punggungnya pada kursi kulit hitam yang menyerupai singgasana, sementara kedua tangannya saling bertaut di atas meja. Matanya, sepasang obsidian yang biasanya berkilat tajam, kini meredup menjadi kolam gelap tanpa dasar, menghujamkan tatapan mematikan tepat ke arah Elena yang berdiri kaku tiga meter di hadapannya. Itu adalah teknik intimidasi kuno namun efektif. Membiarkan kesunyian membusuk dan merobek mental lawan bicara hingga mereka hancur sendiri karena

