Bab 55. Harga Sebuah Pilihan

1953 Kata

Udara subuh di kawasan Menteng masih terasa lembap dan menusuk tulang, tapi ketegangan di dalam mobil off-road hitam itu jauh lebih dingin. Jasson memacu kendaraannya dengan kecepatan stabil namun penuh tekanan, sementara di sampingnya, Wilder tak henti-hentinya menggerutu. "Sumpah, ya. Kalau bukan karena ini urusan nyawa dan harga diri, aku tidak akan sudi bangun jam segini." Wilder mengomel sambil mencoba membenahi letak kacamata hitamnya yang melorot. "Jam tidurkuku itu sakral. Kulitku bisa kusam, dan kalau aku tidak ganteng saat balapan lusa, itu salahmu sepenuhnya." Jasson tidak menyahut. Rahangnya terkatup rapat, jemarinya meremas kemudi hingga buku-jarinya memutih. Matanya lurus menatap gerbang megah kediaman pribadi sang Gubernur yang mulai terlihat di ujung jalan. "Biasanya kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN