Bab 61. Kisah Dibalik Podium

1576 Kata

“Jasson..." bisik Hanami, suaranya teredam di d**a Jasson. "Turunkan, malu dilihat orang." Jasson justru semakin mengeratkan gendongannya sejenak sebelum menurunkannya perlahan. Kakinya masih terasa sedikit ringan karena adrenalin, tapi ia memastikan tangannya tidak lepas dari pinggang Hanami. "Kenapa harus malu? Semua orang di sini tahu kalau aku menang karena ingin memelukmu, bukan karena ingin piala itu." Tiba-tiba, suara dehaman keras memecah momen mereka. Jourell berdiri di sana dengan raut wajah yang campur aduk antara lega, bangga, dan terburu-buru. "Waktu bermesraannya habis, Jasson. Petugas sudah memberi kode. Serah terima hadiah di podium dimulai lima menit lagi," ujar Jourell sambil menunjuk ke arah panggung utama yang sudah riuh. "Ayo, Juara Nasional jangan sampai telat."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN