Angin malam berhembus pelan, membawa aroma rumput basah dan bunga sedap malam yang mekar di sekitar taman belakang. Jasson menuntun Hanami menyusuri jalan setapak yang diterangi lampu-lampu taman temaram yang ditanam di sela-sela semak boxwood. Kediaman Atmajaya memang luar biasa luas, di belakang sana, ada kolam renang infinity yang airnya berkilau memantulkan cahaya bulan, berbatasan langsung dengan area taman bergaya Eropa klasik. Hanami memandang sekeliling dengan takjub. Jemarinya masih bertautan erat dengan tangan besar Jasson yang kasar namun hangat. "Taman ini cantik sekali. Apa ini semua buatan Mama Serena?" tanya Hanami pelan. Matanya tertuju pada barisan bunga mawar yang tertata rapi membentuk pola simetris. Jasson terkekeh, menarik Hanami lebih dekat ke sisinya. "Iya. Mama

