Pintu ruangan itu terbuka kasar, menampakkan sosok pria dengan jaket bomber gelap dan tatapan mata yang tak kalah tajam dari Jasson. Wilder, rival abadi Jasson di lintasan balap itu berdiri bersandar di bingkai pintu, melipat tangan di d**a sambil menggelengkan kepala melihat posisi Hanami yang masih berada di pangkuan Jasson. "Wah, kau ternyata benar-benar gila ya, Jasson. Aku tahu kau predator, tapi tidak di bengkel jam segini juga kali," cibir Wilder dengan nada meremehkan yang khas. Matanya melirik Hanami yang wajahnya sudah semerah kepiting rebus. "Kasihan istrimu. Digasak di mana-mana, kapan saja. Kau tidak kasih dia napas buat sekadar jadi mahasiswi normal?" "b******n! Tutup mulutmu!" maki Jasson, a tidak melepaskan Hanami, justru semakin mempererat dekapannya di pinggang istrin

