Sengaja Zee tahan Vika di rumah ini, sambil berpikir hendak bawa ke mana perempuan itu. Bisa menjaga Vika juga sementara, yang mungkin saat ini mentalnya sedang tak baik pasca ke-gep di kantor tadi. Masih terekam dalam ingatan Zee, bagaimana perempuan itu yang pucat keringat dingin dan gemetaran. Zee menempatkan Vika di kamar tamu yang akan ditemani olehnya tidur malam ini. Tentunya, tanpa sepengetahuan Alvaro. Anaknya itu tak boleh tahu jika Vika ada di rumah ini. Zee juga telah wanti-wanti kepada asisten rumah tangganya untuk tak memberitahu Alvaro. Alvaro tiba di rumah usai maghrib. Begitu melewati ruang tengah yang mana tangga menuju ke kamarnya di dekat sana, tiba-tiba Alvaro langsung dihadiahi sebuah pukulan oleh Ratu yang sudah menunggu duduk di sofa. Sangat menunggu kepulangan ka

