"Hentikan! Lepaskan dia!" teriak Arthur dari balik jendela berjeruji besi itu. Dokter itu menoleh kaget, dan kebingungan. "Dia sudah sadar! Lepaskan dia saya mohon, Dokter!" seru Arthur memelas. "Tapi, Tuan -" "Tolong, Dokter! Saya mohon!" kata Arthur lagi, ia lalu beralih pada Lintang. "Lintang, kamu bisa mendengarku? Sayang?" ucap Arthur menatap mata itu, ia yakin jika wanita itu sudah sadar. Semua orang yang ada di ruangan sana terdiam dan menatap Lintang, menunggu reaksi wanita itu. Lintang terdiam dalam tangis, ia memandang ke arah Arthur. "Tolong, aku ingin mencari Arta bersamamu, Kapten!" ucapnya tersedu. Menangis sejadi-jadinya. Arthur menghembuskan nafas lega sambil ia berurai air mata. Ia mengangguk. "Ya, Sayang, kita cari anak kita bersama-sama! Mari ikut aku!" Art

