Mobil Mercedes S-Class Maybach hitam meluncur dengan senyap memasuki gerbang kompleks perumahan yang cukup mewah tempat orang tua Alena tinggal. Darren memegang kemudi sendiri, tanpa supir, sementara Alena duduk di sampingnya, jemarinya tak henti-henti meremas ujung gaun musim panas berwarna pastel yang ia kenakan. “Aku gugup banget, Om,” bisiknya, suaranya nyaris hilang di balik musik instrumental lembut yang mengalir dari speaker mobil. Wajahnya pucat, tatapannya kosong menatap jalanan yang semakin familier. Darren mengalihkan pandangan sejenak dari jalan, tangannya yang hangat menutupi tangan Alena yang dingin. “Tenang, Sayang. Kamu punya saya,” ucapnya, suara beratnya terdengar menenangkan namun penuh keyakinan. “Saya yang akan bicara dengan orang tuamu. Tidak perlu takut.” Gengga

