Calon Menantu atau Sudah Menantu?

1704 Kata

Ponselnya masih ia genggam erat di tangan kanan, layar menyala samar menunjukkan notifikasi pesan yang belum dibuka dari Mama dan Papa. Ia sudah berada di dalam pesawat dalam perjalanan pulang menuju Jakarta, duduk di kursi business class yang nyaman dengan selimut tebal menutupi pangkuan. Cahaya kabin redup, sebagian besar penumpang tertidur atau menonton film dengan earphone, hanya suara mesin pesawat yang bergemuruh pelan dan sesekali bunyi klik dari kursi depan. Alena kembali menatap layar ponselnya, jarinya menggantung ragu di atas keyboard pesan. Sejauh ini, ia hanya memberi kabar kepada orang tuanya sekali saat mendarat di Narita dan sekali lagi dua hari lalu dengan mengirimkan foto singkat dari Kyoto. Itu sudah cukup, pikirnya, untuk meyakinkan mereka bahwa dirinya baik-baik saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN