Darren turun dari kamar dengan menggandeng Alena begitu erat, hampir seperti takut istrinya akan hilang atau jatuh. Tangannya mencengkeram lengan Alena dengan protektif, membuat wanita itu merasa risih sendiri. Ingin sekali Alena menepis dengan agak keras, tapi tidak boleh ia lakukan, apalagi sekarang ada mertuanya. "Om, lepas sedikit. Aku bisa jalan sendiri, jangan terlalu erat gini," bisik Alena, mencoba menarik lengannya. "Tidak mau. Kamu jangan lepas dari genggaman saya, kalau jatuh gimana? Kamu itu jalan saja tidak bisa diam, ingat sekarang kamu sedang hamil." Darren tetap mempertahankan genggamannya, bahkan cengkeramannya makin kuat. Alena mengembuskan napas panjang, pasrah setengah geli. Suaminya memang terlalu protektif, tapi mungkin begitulah caranya menunjukkan rasa sayang. D

