I'm Always With You

1675 Kata

Setelah insiden Alena muntah tanpa henti di kamar mandi, Darren langsung panik. Ia memapah gadis itu keluar dari kamar mandi, punggung tangannya mengusap keringat dingin di dahi Alena. “Kita ke rumah sakit sekarang,” ucap Darren cepat. “Kamu udah pucat banget.” Alena mengangguk lemah, hampir tidak sanggup berdiri tegak. “Maaf… aku pusing banget. Perutku perih.” “Jangan minta maaf. Ayo, pegang lengan saya.” Beruntung apartemen Darren memang dekat dengan rumah sakit besar. Dalam beberapa menit, mobilnya sudah berhenti di depan instalasi gawat darurat. Darren turun duluan, lalu membuka pintu penumpang dan membantu Alena keluar. Saat perawat melihat kondisi Alena yang menunduk sambil menekan perutnya, mereka langsung mengarahkan kursi roda. “Silakan, Pak. Kita bawa ke dalam dulu,” kata s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN