Darren tak menyerah begitu saja setelah pertengkaran pagi itu. Seminggu berlalu dengan keheningan yang berat, tak ada telepon dijawab, tak ada pesan dibalas. Ia mencoba datang langsung ke apartemen kecil Keandre di pinggiran kota, mobil hitamnya terparkir diam di depan gedung tersebut. Tapi saat menekan bell apartemen, tak ada jawaban. Pintu dibuka dengan kunci cadangan yang ia minta dari pemilik apartemen dengan susah payah tentunya, ruangan tersebut kosong, hanya mainan Kaelo yang berserakan di karpet dan aroma kopi dingin yang masih menempel di udara. Kaelo dititipkan di daycare, Sonya dan Keandre sibuk bekerja. Darren menghela napas pelan, tapi tak pulang langsung pulang begitu saja. Ia menelepon orang kepercayaannya di kantor, meminta dikirim bahan makanan segar mulai dari daging

