Kembali ke masa sekarang. Darren kembali tenggelam dalam ritme hidup yang nyaris tak pernah berubah. Pagi dimulai sebelum matahari benar-benar naik, berakhir jauh setelah lampu-lampu gedung perkantoran meredup. Sebagai Chief Executive Officer, ia terbiasa hidup di antara rapat, angka, dan keputusan yang tak boleh salah langkah. Di sisi lain kota, anak semata wayangnya sedang jungkir balik mencari pekerjaan, merasakan kerasnya hidup dengan cara yang sengaja Darren biarkan. Bukan karena tega, melainkan karena dunia memang tak pernah lembut pada siapa pun. Meski begitu, Darren bukan ayah yang sepenuhnya melepas. Ia mengirim orang untuk mengawasi dari jauh, memastikan Keandre tidak benar-benar jatuh, hanya belajar berdiri tanpa sandaran. “Cukup pastikan dia aman,” pesannya singkat suatu p

