Gagal Move On

1770 Kata

“Kenapa sih, tiba-tiba muncul aja. Mana Om Darren lagi nggak ada di rumah,” gerutu Alena dalam hati sambil membuka celana pendeknya. Suara gerutuan itu hanya untuk dirinya sendiri, teredam oleh desah angin dari AC di kamar mandi mewah mereka. Bathub berukuran besar sudah terisi penuh dengan air hangat yang beraroma mawar dan sedikit lavender, ramuan mandi favoritnya yang selalu disiapkan Bibik setiap sore. Uap wangi mengepul, mengaburkan kaca cermin besar di dinding. Dengan hati yang masih berdebar karena kejadian tadi, Alena melepaskan kaos crop top-nya. Ia melangkah masuk ke dalam bathub, membiarkan air hangat itu menyelubungi tubuhnya yang lelah hingga ke pundak. Ia mencoba memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam, berusaha merilekskan setiap otot yang tegang seharian. Tapi, pikira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN