Bagi Alena kini, masa lalunya bersama Keandre sudah seperti buku lama yang ditutup rapat dan disimpan di rak paling tinggi—masih ada, tapi tak lagi dibuka. Hatinya dan masa depannya sepenuhnya tertuju pada sosok lelaki bernama Darren Wibisono. Memang, jarak usia mereka cukup jauh, begitu jauh hingga beberapa teman dekat Alena pernah berkomentar dengan setengah bergurau, “Darren tuh lebih cocok jadi temen ngopi bokap kita deh, Al, daripada jadi pacar kamu.” Tapi, begitulah cinta dan hidup. Ia berputar tak terduga, membawa kita pada tempat yang tak pernah terbayangkan. Darren, dengan segala kedewasaannya, menjadi pelabuhan yang tenang bagi Alena. Ia tak hanya dicintai, tapi juga dikemong dengan kesabaran yang tak terbatas. Kematangan emosi, kestabilan finansial, dan komitmennya untuk se

