The Gentlemen, Darren Wibisono

1753 Kata

Darren berjalan pelan menuju sisi tempat tidur, tubuhnya yang atletis bergerak di bawah cahaya lampu tidur yang temaram. Di bibirnya, terselip sebuah cerutu Kuba yang belum dinyalakan, sementara di tangan kanannya, ia membawa sebotol whiskey single malt Skotlandia tua dan dua gelas kristal. "Ah, akhirnya," gumamnya, setelah berjam-jam bergumul intim dengan istrinya. Suasana di kamar masih terasa hangat dan beraroma mereka berdua. Dengan gerakan mahir, ia menuangkan cairan emas tua ke dalam kedua gelas, lalu meletakkan botolnya di nakas kayu di samping tempat tidur. Baru kemudian, ia mengambil pemantik perak dari saku jubah sutranya, menyalakan cerutunya. Suara gesekan dan semburan api kecil memecah keheningan. Ia menarik napas dalam, lalu menghembuskan asap pekat yang membentuk pola-po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN