Pukul satu siang tepat, mobil Mercedes mereka berhenti di depan venue catering mewah di kawasan Senayan. Udara siang yang lumayan terik tidak terlalu menganggu untuk keduanya, lagipula waktunya sudah mepet sekali. Sejak turun dari mobil, jari-jari Darren dan Alena saling bertaut erat, tak terpisahkan. Saat mereka berjalan menuju pintu masuk, beberapa staf yang berpapasan tersenyum dan saling melirik, berbisik pelan tentang betapa romantis dan kompaknya pasangan tersebut. Mereka dipandu ke sebuah ruang privat yang elegan, dengan meja panjang berhiaskan bunga segar dan beberapa set makanan dalam porsi kecil yang sudah tertata rapi. Seorang staf wanita bernama Mbak Ria dengan sikap ramah menyambut mereka. “Selamat siang, Mas Darren, Mbak Alena. Silakan duduk. Kita akan mulai tasting menu

