Wajah Keadilan.

1039 Kata

Ruang kerja Jayden Takizaki sore itu dipenuhi cahaya lampu yang temaram. Jendela besar di belakang meja panjang kayu hitamnya memantulkan langit senja Jakarta, oranye keemasan berbaur kelabu. Tapi fokus Jayden sama sekali bukan pada pemandangan itu. Pandangannya terpaku ke layar televisi besar yang menempel di dinding. Rekaman penangkapan Reno Raksadipura diputar berulang-ulang. Kamera televisi menyorot wajahnya dari berbagai sudut: marah, berteriak-teriak, tangannya diborgol dengan kasar, tatapan beringas yang justru memperjelas siapa dirinya sebenarnya. Wartawan berebut mengabadikan momen itu, sorak sorai bercampur dengan komentar sinis publik yang ikut menonton dari layar kaca. Jayden duduk tegak di kursinya. Wajahnya dingin, rahangnya mengeras, namun di dalam dadanya ada badai yang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN