Pelukan Pemulihan.

1086 Kata

Pagi itu, suasana rumah yang kini dihuni Jayne, Ranu, Elang, dan Kayla masih dipenuhi ketegangan sisa sidang kemarin. Walau hakim sudah memberi putusan jelas, rasa was-was tetap menghantui. Media masih ramai, dan ancaman Reno meski sudah terkurung tetap membuat semua orang waspada. Karena itu, Jayne setuju untuk sementara tinggal di rumah Elang—rumah yang lebih aman dengan pengamanan tambahan. Jayne bangun lebih awal dari siapa pun. Rambutnya masih sedikit berantakan, namun wajahnya terlihat lebih segar dibanding kemarin. Ia melangkah pelan ke dapur, membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan sederhana: telur, roti, s**u, dan sedikit sayur untuk salad. Ia bisa mendengar suara Kayla dan Ranu dari kamar anak-anak. Kedua bocah itu sudah bangun dan berceloteh riang. Senyum tipis muncul di w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN