Sabotase Gagal

1116 Kata

Matahari belum sepenuhnya menembus gedung tinggi Jakarta ketika Reno menatap layar laptopnya dengan mata merah. Grafik investasi yang selama ini ia pertaruhkan kini berubah menjadi neraka yang nyata. Setiap angka yang merosot terasa seperti belati yang menusuk d**a, meninggalkan rasa sakit yang tak tertahankan. “Bagaimana bisa …?” Reno berbisik, hampir tak percaya. Ia mengetik cepat, memeriksa ulang semua transaksi, log keuangan, dan aliran dana. Semuanya tampak normal di permukaan—tapi hasilnya justru menghancurkan dirinya sendiri. Di seberang ruang, Aji berdiri, tangannya masih menempel di meja, matanya waspada. Ia tahu tuannya sedang dalam keadaan tertekan, tapi kali ini berbeda. Ada kemarahan yang tidak terkendali, bercampur dengan rasa frustrasi yang dalam. “Tuan … kami—” Aji mulai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN