Efek obat bius pada Leo akhirnya memudar, seketika itu pula matanya terbuka dengan kejutan yang mencekam. Jantungnya berdegup liar, tapi mulutnya terkunci rapat oleh lakban, menghalangi jeritan yang membakar di tenggorokannya. Tubuhnya terasa seperti terkunci dalam sangkar—tangan dan kaki terikat erat, setiap gerakan menjadi perjuangan penuh derita. Namun, di tengah kepanikan itu, pandangannya menangkap sosok ibunya yang terbaring lemah di sebelahnya, wajah Aluna penuh keputusasaan dan ketakutan yang sama. "Mama … Mama bangun …," panggil Leo dengan suara hati yang menggema dalam sunyi. Keputusasaan menjadi bahan bakar tekadnya. Dengan sisa tenaga yang ada, Leo berusaha menggoyangkan ibunya, menyentuhnya sedikit lebih kuat agar bisa mengembalikan kesadaran itu. Detik-detik terasa seperti

