Memandang wajah suaminya yang tampak emosi, Aluna merasa tak sanggup menahan gelombang kekhawatiran yang menyesak d**a. "Ada apa, Ares? Apa terjadi sesuatu?" tanyanya, suaranya serak, setengah memohon. Ares menarik napas panjang, lalu berkata dengan nada tergesa, "Aku minta maaf, Aluna. Aku harus pergi sekarang. Tapi aku mohon, kamu dan Leo harus tetap di rumah. Jangan keluar ke mana pun tanpa izin dariku. Apa pun yang terjadi." Rasa penasaran membakar dalam hati Aluna. "Memangnya ada apa?" Ares menatap penuh penuh penyesalan, wajahnya menampakkan ketegangan. "Aku benar-benar tidak bisa menjelaskannya sekarang. Aku harus segera pergi." Aluna menggenggam tangan suaminya erat, suaranya melembut tapi penuh harap. "Hati-hati. Janji, kamu harus cepat kembali." Meski ragu, Ares mengangguk,

