Aluna mengerjapkan matanya perlahan dan saat matanya itu terbuka, ia terkejut menyadari dirinya masih di kamar Leo, memeluk putranya yang terlelap dalam tidur. "Kenapa aku bisa ketiduran di sini? Dan siapa yang yang kasih aku selimut?" gumamnya samar, merasakan hangatnya kain tebal dan halus yang membungkus tubuhnya. Tidak heran, tidur itu terasa begitu nyenyak, seperti berada dalam pelukan dunia yang sempurna. Padahal, Aluna ingat betul bahwa ia tadi hanya ingin berbaring dan menghabiskan waktu Sebentar bersama anaknya. Tapi, tidak sadar sampai terlelap di sana. Ia melirik jam di dinding—baru pukul 02.00 dini hari. Dengan hati-hati ia bangkit, lalu mencium kening kecil Leo yang masih tenggelam dalam mimpi. Kemudian bergegas meninggalkan ruangan tersebut. * Namun kegelisahan segera men

