Bab 82. Belum Tentu Lain Kali

1075 Kata

Setelah menghubungi Aluna, Ares meminta izin pada sipir untuk menghubungi satu orang lagi. Untungny diperbolehkan, meski hanya sebentar saja. Setelah kembali ke dalam sel, pikiran Ares tetap berkecamuk tanpa henti. Dia terus memikirkan Aluna, meski istrinya itu sudah meyakinkannya bahwa dia baik-baik saja. Justru saat ini, Raya lah yang tengah terbaring kritis di rumah, tak tahu bagaimana kabar terakhirnya. Hatinya menggelegak, membara oleh kebencian pada siapapun yang berani menyakiti istri atau keluarganya. "Aku pastikan, hidup mereka tidak akan pernah tenang. Aku tidak peduli siapa pun mereka, harus menanggung akibatnya!" umpat Ares dalam hati, penuh amarah. Ares membenci dirinya sendiri, merasa gagal karena tak mampu melindungi Aluna secara langsung. Namun, ia tak menyerah. Meski Al

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN