Ares tiba-tiba menghentikan langkah kakinya di depan kamar, matanya menatap Aluna dengan intens. Kemudian tanpa aba-aba, dia menyambar bibir istrinya itu dengan ciuman penuh nafsu dan hasrat yang menggelegak, mencurahkan kerinduan yang selama ini terkunci rapat di dalam d**a. Aluna pun tak tinggal diam. Ia membalas dengan liar, membiarkan gelombang rindu itu meledak dalam tiap sentuhan dan bisikan napas mereka yang bercampur. Pintu kamar terbuka dengan desiran pelan saat Ares mendorong tubuh Aluna masuk, lalu bibirnya turun menyusuri leher harum sang istri yang selalu memabukkan jiwa dan raganya. Suara desahan lirih yang keluar dari mulut Aluna jadi api yang membakar semangat Ares, membuatnya semakin berani dan penuh gairah. Tanpa melepaskan pagutan mereka, ia menggendong istrinya lalu m

