Untuk sejenak, Nathan terdiam, tatapannya menyorot penuh tanda tanya. Di hadapannya, Raya—wanita yang dulu selalu membuat darahnya panas dengan sikap agresif—kini berbeda, lebih tenang, wajah wanita itu memancarkan kekhawatiran tulus pada Aluna. Nathan merasakan denyut aneh di dadanya, seolah pintu masa lalu yang pernah ia kunci rapat kini sedikit terbuka. Semua prasangkanya selama ini tentang Raya seakan bergolak menjadi keraguan. Raya memang pernah melakukan kesalahan, tapi mungkin kesalahannya dulu semata-mata lahir dari cinta yang buta atau obsesi. Namun kini, ada sesuatu yang membuat hati Nathan bergejolak: perubahan wanita itu bukan lagi sekadar penampilan, melainkan sikap yang santai, terlihat hampir lelah. Apakah Raya sudah menyerah pada cintanya? Ataukah ada alasan lain yang ters

