"Serius, Pa?" ujar Raiden tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yuza, tak menyangka jika masalahnya segenting itu. Yuza memberinya tatapan datar. "Kamu baru percaya kalau kita sudah jatuh miskin?" tukasnya setengah menggerutu. Raiden terkekeh pelan. "Aku heran saja, Papa memiliki semua ahli komputer dan IT terbaik di dunia dan masih saja kecolongan?!" kata Raiden setengah mengejek. Yuza melirik ke arah Revan yang asik bermain sendiri dengan Nintendo-nya. Jika saja tak ada anak itu disana, sudah habis Raiden dicaci maki olehnya. "Semoga bakat mengejekmu itu tidak turun pada anakmu!" gerutu Yuza menggumam kesal. Raiden justru terbahak mendengarnya, meski langsung dia menutup mulutnya ketika melihat Yuza mengacungkan senjata api ke arahnya. "Jangan sampai aku menembak putraku se

