Demian terengah memandangi Raiden yang tergeletak di tanah, mereka baru saja berkelahi dan berakhir dengan wajah yang sama-sama babak belur. "Mulut besar! Kamu bahkan nggak kuat untuk balik menghajarku!" gerutu Demian sambil berdecih, lalu meludah berwarna merah. Demian lalu merangkak mendekati Raiden, ditariknya baju lelaki itu sampai tubuh Raiden berbalik menjadi terlentang. "Uh!" Raiden mengaduh dalam pingsannya merasakan kepalanya terbentur pembatas lahan parkir yang dari batu bata itu. Demian mendengus sinis, dia puas melihat lawannya itu pingsan tak berdaya. Tapi dia sama sekali tak berniat untuk terus mencelakai Raiden, perkelahian ini pun seolah menjadi puncak perang dingin di antara mereka dan baginya ini sudah cukup. Demian mencari ponsel Raiden, dia menghubungi nomor dar

