Seperti janjinya pada sang suami, Sekar tidak lama di rumah sakit, dia bahkan tidak mampir ke ruang praktek adik iparnya yang masih banyak pasien. "Langsung mandi ya, Sayang," titahnya pada Revan setelah sampai di rumah. "Siap, Bunda," jawabnya dengan tangan di depan keningnya memberi hormat. Sekar terkekeh sambil terus berjalan masuk ke salam rumah. Revan berlari mendahului sang bunda, dengan lincahnya dia menaiki anak tangga rumahnya. "Hati-hati!" teriak Sekar, khawatir sang putra terjatuh. Bukan hanya Revan yang mandi, Sekar pun mandi di kamarnya. Selesai mandi dan berdandan, bersamaan dengan itu Raiden pulang. "Hai, Sayang," sapa Raiden ketika dia membuka pintu kamarnya. "Mas, tumben sudah pulang jam segini?" balas Sekar, menatap suaminya dari pantulan cermin. Raiden membuka ja

