Lewat tengah malam, Sekar terbangun karena merasa tenggorokannya kering, butuh minum. Ketika dia membuka mata ternyata suaminya tidak ada di sebelahnya. Istri Raiden itu beranjak dan memungkut pakaian tidurnya yang ada di lantai sambil tersenyum mengingat betapa panasnya dia dan Raiden bermain beberapa jam yang lalu. Sekar memakai kembali pakaian tidurnya dan menutupi kembali dengan kimono tidurnya. Matanya membola ketika dia berbalik dan melihat ranjang mereka seperti kapal pecah. Sekar mengigit bibir bawahnya, dia membayangkan adegan dimana keduanya saling mengerang ketika sampai pada puncak kenikmatan. Hentakan demi hentakan yang Raiden berikan masih sangat terasa sampai saat ini hingga membuat Sekar bergidik membayangkan benda pusaka milik Raiden begitu keras dan sesak memenuhi dind

