Melisa hanya bisa berulang kali mengatur napas. Pernikahan itu akhirnya terjadi, setelah dia membuat kesepakatan dengan pria yang dia ketahui bernama Derryl. Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Dia mengambil keputusan dengan cepat, demi bisa membalas sakit hati pada Frans. Dan setelah janji pernikahan terucap, Melisa baru tahu tentang perempuan yang dengan entengnya melepas gaun pengantin, lalu memberikan padanya. Dan setelahnya, wanita itu memakai gaun lain yang juga berwarna putih. Ternyata, wanita itu mencintai pria lain. Bahkan pria itu melamarnya di acara pernikahan yang seharusnya menjadi milik wanita itu bersama pria lain. Sungguh luar biasa. “Mama tidak tahu apa yang terjadi, tapi, sekarang kamu lah yang menjadi istri putraku.” Suara seorang wanita menarik kesadaran Melisa

