Bab 100. Mengharu Biru

1546 Kata

Mata Sofian yang duduk di kursi roda memburam panas menatap anaknya. Leora dengan balutan kebaya terlihat cantik bersanding di samping Deva di meja depan penghulu. Beribu sesal menyeruak menghantam dadanya. Harusnya dia mati saja saat kecelakaan itu, supaya bisa bertemu Alinda untuk memohon ampun atas salahnya. Sekarang berada di sana justru membuatnya makin merasa hina. Sepanjang cerita hanya luka yang dia toreh. Sementara mereka orang-orang asing itu malah tulus merangkul anaknya dengan kasih. Meminta maaf ke mama Deva sudah dia lakukan. Memalukan saat bahkan calon besannya itu dengan lapang hati mengangguk. Dia saja jika di posisi Arumi tidak mungkin rela menerima adik pemerkosa anaknya jadi menantu. Terlebih dia sebagai orang tua justru ikut andil menutupi kebejatan anaknya. Iya, mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN