41. Mencari Jalan Tengah

1189 Kata

Mimi duduk di kursinya dengan dahi berkerut dalam. Sangat dalam. Sampai alisnya hampir ketemu. Di kepalanya, hanya ada satu kalimat berputar-putar: Gimana caranya aku jalanin misi… kalau Nona Sherly nempel terus ke Tuan Leon kayak permen karet kena rambut? Mimi menghela napas panjang. Berat. Seolah napas itu mengandung cicilan hidup. Ia menopang dagu, tatapannya kosong menembus layar komputer yang bahkan belum dinyalakan. Vin yang duduk di seberang akhirnya memperhatikan. Rasanya dia tidak pernah lihat Mimi berpikir seserius itu, biasanya mulut Mimi yang tidak pernah berhenti. “Mi,” panggilnya hati-hati. “Kalau kamu mikir keras begitu, otakmu bisa minta cuti.” Mimi tidak menoleh. “Bang Vin…” “Iya?” “Pernah nggak sih, abang nyoba ngupas permen karet dari rambut?” Vin menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN