68. Saat Semua Topeng Mulai Terbuka

1092 Kata

“Ayo, Mi. Ikut aku ke perusahaan keluarga,” ujar Irwan santai-di hadapan Leon, tanpa rasa bersalah sedikit pun. Mimi menggeleng pelan, tanpa suara. Tatapannya sempat melirik Leon. Ada rasa tidak enak di sana. Tapi… ya ampun, penawaran Irwan itu benar-benar menggoda iman dan dompet. “Ayo, sekarang juga,” lanjut Irwan semangat. “Di sana kamu nggak perlu takut nyasar. Aku bakal bikinin peta khusus buat kamu. Nanti aku kirim ke ponselmu.” Mimi mengedip. “Emang… bisa?” Irwan mendengus. “Bisa, Mi. Kamu ini kuno banget sih.” Mimi langsung mengeluarkan ponselnya dari saku, ponsel mungil, kusam, layarnya penuh goresan. “Hapeku cuma bisa nerima telepon. Telepon keluar aja nggak bisa.” Irwan menatapnya. “Kenapa?” “Disetel begitu. Biar nggak habis pulsa… sama biar nggak kena blokir lagi,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN