Alvaro menatap Erika penuh kekhawatiran. "Sayang, ini minum dulu. Maaf kalau ucapanku membuat kamu terkejut. Tapi, aku serius," ucapnya. Erika menunduk, berusaha meredam gejolak di dadanya. "Aku … ya, aku memang terkejut. Sangat terkejut." Suaranya bergetar di tengah perlahan meneguk minuman yang Alvaro berikan dengan penuh perhatian. Tamara memecah keheningan dengan suara penasaran, "Alvaro, apa kamu serius dengan ucapanmu ini?" Alvaro menatap serius, matanya menyala penuh keyakinan. "Iya, Tante. Apa aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?" "Bukan seperti itu maksud Tante, Al. Tapi, ini terlalu tiba-tiba," ujar Tamara, menjelaskan pendapatnya. "Iya, Alvaro. Om juga merasa seperti itu. Apa yang tiba-tiba membuatmu ingin melamar Erika? Yang Om lihat, Erika juga sangat terkejut

