Bab 66. Ilusi Yang Menyiksa

1200 Kata

Di sisi lain, Rey dan Sasa saling bertukar pandang penuh kebingungan. Namun sebagai kakak, Rey langsung mengenali permainan di balik senyum misterius Erika, senyum jahil yang menandakan ada rencana tersimpan di kepala adiknya itu. "Heh, jangan berpikiran yang macam-macam ya, kamu!" tegur Rey tegas sambil menatap curiga ke arah adiknya. Namun, Erika hanya melemparkan senyum menggoda yang semakin menyemarakkan suasana. "Ah, siapa juga yang mikir macam-macam? Cuma satu macam kok," jawabnya santai, seolah menyimpan rahasia dunia. Lalu, Erika meraih tangan Alvaro dengan lembut dan menggandengnya. "Mas pacar, kamu lapar, 'kan? Aku juga lapar, nih. Yuk, kita cari makan sekarang. Aku juga nggak punya waktu lama, sebentar lagi ada pemotretan." "Iya, Mbak pacar. Aku ke sini memang mau ajak kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN