"Sayang, terima kasih karena sudah berusaha menjadi yang terbaik untukku, untuk kita. Kalau suatu saat aku menyakitimu, tolong tegur aku, ya." Reno berkata lembut sambil membelai rambut istrinya dengan penuh kasih. Erika tersenyum hangat. "Iya, Mas. Memangnya kamu mau menyakiti aku?" Reno tertawa pelan. "Mana mungkin, Sayang. Maksudku, kalau sampai tidak sengaja. Tapi aku janji, aku juga akan selalu berusaha menjadi suami terbaik untuk kamu. Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku akan mencintaimu seumur hidup." Matanya menatap penuh ketulusan. "Sekarang aku mengerti, kenapa Dania ingin kita menikah. Karena kamu memang wanita luar biasa, yang layak untuk aku perjuangkan." Merasa sangat tersentuh, Erika membalas dengan senyum bahagia, kemudian mereka berpelukan hangat, mengukir momen inda

